
Banda Aceh – Berbagai macam cara dilakukan oleh caleg untuk meraih suara dalam pemilu 2009. Mantan artis terkenal yang kini menjadi caleg partai Golkar, Nurul Arifin membagikan BRA dan pakaian dalam lain untuk konstituennya. Cara ini menurutnya cukup ampuh, terbukti dengan lolosnya Ia ke Senayan dengan suara terbanyak yaitu mencapai 121.421 suara dari dapil Karawang, Bekasi dan Purwakarta. Nurul Arifin menyampaikan kiat tersebut dengan ringan pada acara Diskusi Peranan Peranan Perempuan dalam Politik, Senin malam (25/5) di Banda Aceh.
Nurul Arifin membeberkan kiat-kiat bagaimana meraih suara pemilih dalam pemilu. Pakaian dalam bagi perempuan adalah hal yang urgent menurutnya. Lantas bagaimana ia menentukan ukuran pakaian dalam tersebut? “Saya ambil saja ukuran BRA rata-rata perempuan Indonesia baik yang sudah menikah ataupun belum,”katanya dengan tersenyum. Peserta diskusi yang terdiri dari aktivis Aceh dan wartawan pun ikut tertawa mendengarnya.
“Sampai-sampai kemana saya pergi pun yang ditanya tetap BRA nya mana Mbak Nurul,”katanya lagi. Menurutnya BRA adalah komponen penting bagi perempuan sama halnya dengan pembalut. “Sering dalam bencana pemberi bantuan lupa memberikan pembalut wanita padahal ini sangat penting bagi perempuan,”ia memberikan contoh.
Selain memberikan BRA, Nurul Arifin juga memberikan cinderamata lain bagi calon pemilihnya seperti pembatas buku dan Jilbab. “Kalau untuk anak remaja saya berikan mereka pembatas buku, tanpa logo partai. Cukup di atasnya ditulis Nurul Arifin Untuk Semuanya. Sedangkan jilbab saya berikan kepada Ibu-ibu pengajian,”ujarnya. Menurutnya ini bukanlah aksi money politics.
Ide-ide yang inovatif untuk menarik minat pemilih sangat penting diterapkan. Bagi pemilih pemula, Nurul sering mendiskusikan isu pendidikan seks. “Bagaimana pacaran yang aman, kesehatan reproduksi dan sebagainya,”tuturnya. Hal ini membuatnya menjadi favorit dikalangan pelajar yang notabene adalah pemilih pemula.
Kiat lain yang ia sampaikan adalah berkampanyelah ke daerah pelosok, jangan berkampanye daerah perkotaan. “Masyarakat daerah lebih menghargai kedatangan kita kesana dan mereka lebih setia. Kalau masyarakat perkotaan mereka telah pendidikan politik yang memadai dan banyak yang malah pergi berlibur saat hari pencoblosan,”jelasnya.
Isu-isu yang Nurul Arifin usung dalam kampanyenya merupakan isu-isu yang dekat dalam keseharian masyarakat bawah Indonesia. Setiap orang yang ingin menjadi anggota dewan harus mempunyai modal sosial, politik, dan ekonomi.[ucup]