SABANG – Sebuah benda dari besi yang diduga granat aktif, berbungkus plastik kresek putih, ditemukan di dekat ban belakang Toyota Fortuner BL 1 M, mobil dinas Walikota Sabang, Munawar Liza Zainal. Penemuan granat berawal dari kecurigaan Zal, sopir Walikota Sabang, saat hendak membersihkan mobil dinas tersebut. Sekira pukul 11.00 WIB Minggu (1/2) pagi, ketika mobil dikeluarkan dari garasi, Zal merasa ada yang mengganjal di roda belakang. Setelah dicek, ternyata terdapat sebuah benda aneh berbungkus kantungan plastik (tas kresek). Setelah benda tersebut jatuh ke tanah, ia kaget dan spontan berteriak “ada bom”. Isra, ajudan Walikota Munawar Liza kemudian bergegas membawa benda itu ke Taman Merpati, sekira delapan meter di depan Pendapa Walikota Sabang. Penemuan granat itu langsung dia laporkan ke Kapolres Sabang, AKBP Imam Thobroni.
Kapolres Sabang kepada wartawan Minggu (1/2) malam menyatakan pihaknya telah mengamankan benda tersebut. Kata Imam, benda itu sepintas memang mirip granat. Namun, ia belum bisa memastikan, karena benda tersebut masih terbungkus dalam plastik kresek putih dan diikat dengan karet.
“Saya tak berani membukanya, karena takut berbahaya. Sebelumnya barang itu diletakkan di mobil Pak Wali, tapi kemudian dibawa ke Polres dan dilakban,” paparnya.
Menindaklanjuti temuan itu, Kapolres mengatakan pihaknya akan mengundang tim penjinak bom dari Brimob Polda Aceh untuk memeriksa dan mengamankan benda yang diduga berbahan eksplosif itu.
Pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya sopir dan ajudan Walikota Sabang. “Pak Wali juga sudah menyampaikan laporan resmi ke Polres Sabang,” ujar Imam.
Pada kesempatan terpisah, Walikota Munawar Liza yang dikonfirmasi membenarkan adanya temuan granat di mobil dinasnya. Ketika benda itu ditemukan sang sopir, Munawar sedang beristirahat. Ia baru mengetahui setelah ajudannya datang melaporkan temuan itu.
Menurut Munawar, cincin granatnya sudah dilepas, sedangkan pinnya diikat dengan karet yang dibubuhi minyak tanah. “Karena ditaruh minyak tanah, karet itu akan mengembang, bisa putus dalam tempo 2 kali 24 jam, dan bisa meledak,” papar mantan aktivis GAM yang lama bermukim di Amerika Serikat ini.
Menyikapi kejadian itu, Munawar menyatakan tidak ada peningkatan pengamanan secara khusus terhadap dirinya. Hanya saja ia mengaku akan lebih berhati-hati. “Tujuan pelaku untuk menciptakan kepanikan. Mereka ingin supaya kita merasa takut. Supaya kita kemudian menuduh kalangan ini atau kalangan itu yang melakukannya. Tapi, saya pikir, itu tidak perlu. Saya tidak melihat ada yang mencurigakan,” tukasnya.
Meski di mobilnya ada pihak yang nekat menaruh granat, tapi Munawar meyakini kondisi Sabang saat ini tetap aman. Ia juga menegaskan pemerintahannya tidak akan terganggu oleh teror granat tersebut. [dbs]